Dampingi Menhut Berkunjung ke Kampung Merasa, Wabub Gamalis Dorong Kawasan Hulu Jadi Destinasi Wisata

img

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Wakil Bupati (Wabup) Berau Gamalis melihat peluang besar di balik kunjungan Menteri Kehutanan ke Kampung Merasa. Bukan hanya soal kunjungan kerja pemerintah pusat, momentum tersebut dinilai dapat menjadi pintu masuk untuk mendorong kawasan hulu Berau sebagai kekuatan baru sektor pariwisata.

 

Gamalis menyambut langsung perhatian pemerintah pusat terhadap Kampung Merasa. Ia berharap kehadiran Menteri Kehutanan di kawasan tersebut mampu memperkuat perhatian pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terhadap potensi yang dimiliki wilayah hulu Berau.

 

“Kita sangat bersyukur sekali dan berterima kasih kepada pihak kementerian, khususnya Menteri Kehutanan yang telah hadir secara langsung ke Kampung Merasa,” ujar Gamalis saat diwawancarai seusai kegiatan, Kamis (27/8/2026) kepada wartawan.

 

Sebelumnya, Gubernur Kalimantan Timur juga telah berkunjung ke kawasan tersebut. Kini, dengan hadirnya pemerintah pusat melalui Menteri Kehutanan, perhatian terhadap Kampung Merasa dan wilayah sekitarnya diharapkan semakin kuat.

 

“Dengan adanya kunjungan ini, atensi dari pusat, dari provinsi bisa jauh lebih baik lagi,” katanya.

 

Gamalis menilai Kampung Merasa Kecamatan Kelay memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan. Apalagi, kawasan tersebut tidak hanya memiliki keindahan alam, tetapi juga menyimpan kekayaan keanekaragaman hayati yang dapat menjadi daya tarik wisata.

 

Terlebih lagi Surat Keputusan (SK) terkait kawasan tersebut yang telah diterbitkan. Kepastian tersebut dinilai dapat memberikan ruang yang lebih jelas bagi pemerintah daerah untuk melihat peluang pengembangan kawasan ke depan.

 

Bagi Gamalis, Kampung Merasa tidak boleh hanya dipandang sebagai kawasan yang memiliki kekayaan alam biasa. Potensi yang ada tersebut harus diarahkan agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat melalui pengembangan pariwisata yang tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.

 

“Saya kira ke depan Merasa bisa menjadi sebuah destinasi wisata yang cukup handal, cukup bagus,” ujarnya.

 

Apalagi selama ini tambahnya, pariwisata Berau dikenal luas melalui destinasi pesisir dan laut. Namun, Gamalis ingin potensi tersebut dilengkapi dengan kekuatan wisata dari wilayah hulu. Menurutnya, Pemkab Berau memiliki konsep pengembangan pariwisata dalam tiga klaster, yakni hulu, tengah, dan pesisir.

 

“Kita ini di Berau memiliki destinasi wisata tiga kluster. Ada hulu, ada tengah, dan ada pesisir dengan laut,” jelasnya.

 

Konsep tersebut membuat kawasan Merasa memiliki posisi strategis. Pengembangan wisata hulu dapat memberikan varian baru bagi wisatawan yang datang ke Berau. Jika kawasan pesisir menawarkan wisata laut dan kepulauan, kawasan hulu dapat menghadirkan pengalaman wisata yang berbeda melalui hutan, sungai, satwa, keanekaragaman hayati, serta kehidupan masyarakat lokal.

 

“Dengan adanya hulu hari ini, kita masih banyak varian wisata kita. Dengan adanya satu di Merasa ini, saya kira itu bisa menjadi dorongan,” tutur Gamalis.

 

Lebih jauh, Gamalis tidak melihat Merasa sebagai destinasi yang berdiri sendiri. Ia melihat Merasa, Merabu, Panaan dan kawasan sekitarnya memiliki potensi yang dapat dikembangkan dalam satu kesatuan destinasi.

 

Sejumlah daya tarik alam seperti Ketepu, Nyadeng, Losa, hingga habitat Orangutan dan berbagai kekayaan alam lainnya menjadi modal yang menurutnya sangat kuat untuk pengembangan wisata berbasis alam.

 

“Merasa, Merabu, Panaan dan seputarnya kita memiliki Ketepu, kita memiliki Nyadeng, kita memiliki Losa, orangutan dan lain sebagainya. Itu satu destinasi, satu varian yang saya kira sangat baik,” kata Gamalis.

 

Dengan konsep tersebut, wisatawan nantinya tidak hanya datang untuk melihat satu objek, tetapi dapat menikmati rangkaian pengalaman wisata dalam satu Kawasan Potensi itu sekaligus membuka peluang bagi masyarakat lokal untuk mengambil peran lebih besar sebagai pelaku wisata.

 

Gamalis menegaskan, peluang tersebut harus ditindaklanjuti. Menurutnya, kedatangan Menteri Kehutanan dapat menjadi dukungan moral sekaligus momentum bagi para pelaku wisata yang berada di kawasan tersebut.

 

“Selain penyelesaian penanganan karhutla, tentu ke depannya kedatangan beliau ini menjadi support dari kawan-kawan pelaku wisata yang ada di sini,” ujarnya.

 

Ia menilai pengembangan kawasan hulu tidak hanya berorientasi pada peningkatan kunjungan wisatawan, tetapi juga harus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

 

Karena itu, pengelolaan kawasan harus dilakukan secara terarah, dengan tetap mempertahankan fungsi lingkungan dan kekayaan alam yang menjadi daya tarik utamanya. Ketika ditanya mengenai arah pengembangan Merasa sebagai destinasi wisata, Gamalis memberikan jawaban tegas.

 “Iya, harus dijadikan destinasi wisata,” pungkasnya. (sep/FN/Advertorial)